Pertanyaan:
Dear www.dokterai.com, namaku Ant,34 thn, seorang suami dan ayah seorang putra. Telah menikah selama 5 tahun. Bisa dibilang rumah tangga kami bahagia namun sejak 3 bulan lalu karena tuntutan pekerjaan keluar kota, aku tak sengaja selingkuh dengan seorang karyawan daerah yang sebetulnya juga telah menikah. Awalnya menyenangkan namun lama-kelamaan timbul rasa bersalah pada istri. Istri mulai curiga dan bertanya-tanya. Ini membuatku tertekan, tak bisa tidur dan stress. Apakah saya depresi? Bisakah selingkuh membuat depresi? Dok, saya ingin mengakui perbuatan ini pada istri, bisakah ia memaafkan?
Jawaban
Terimakasih atas sharingnya Pak Ant. Kata orang, selingkuh biasanya nikmat. Nikmatnya biasa tapi nelangsanya luar biasa. Mungkin itu yang terjadi pada anda saat ini. Selingkuh sebenarnya bisa berwujud macam-macam misalnya selingkuh secara emosional yaitu berupa mencari perhatian, kasih sayang dan kehangatan perkataan misalnya lewat telpon atau chating, selingkuh yang ke dua tentu saja secara fisik berhubungan seksual dan yang lebih jarang yaitu selingkuh secara finansial atau untuk mendapatkan harta kekayaan. Yang lebih parah lagi tentu saja gabungan dari ketiganya. Bila dilihat dari sudut perjalanan hubungan selingkuhnya maka sekiranya ada 3 bentuk. Pertama yaitu tipe hubungan yang one night standing dimana perselingkuhan hanya terjadi dalam satu waktu semata-mata hanya untuk petualangan. Biasanya dilakukan dengan banyak orang. Emosi dan perasaan tidak banyak terlibat disini karena hasrat seksual lebih mendominasi. Yang kedua yaitu compenssated affair, perselingkuhan akibat kekecewaan terhadap pasangan hidup. Misalnya pada hubungan pernikahan yang tanpa persiapan matang, tergesa-gesa atau karena “kecelakaan”. Ada realitas hubungan rumah tangga yang tak sesuai harapan sehingga dialihkan pada sosok lain. Celakanya selingkuh tipe ini biasanya sangat melibatkan perasaan, rasa sayang bahkan finansial. Sedangkan tipe selingkuh yang ketiga yaitu nge-LABA (Love Affair by Accident). Yaitu selingkuh yang terjadi karena ada kesempatan dan kurangnya kontrol diri. Atau banyak orang menyebut karena “iman” dan “amin” yang tidak kuat. Saya kurang jelas seberapa jauh hubungan perselingkuhan yang pak Ant jalani. Tapi kemungkinan pak Ant berselingkuh tipe yang ke-3 nge-LABA. Dan konsekuensinya umumnya seperti apa yang anda alami, rasa bersalah. Sisi baiknya adalah umumnya tidak ada permasalahan dalam perkawinan ataupun tidak ada jiwa petualang play boy dalam diri anda. Namun percayalah apapun jenisnya perselingkuhan mengakibatkan persoalan yang sangat rumit. Rumit namun bukan berarti tidak ada jalan keluar.
Rasa tertekan, stress, sedih bahkan yang dalam berupa depresi, adalah keadaan yang terjadi bila ada sebuah konflik dalam diri. Di satu sisi ada rasa bersalah, ingin mengakui namun di sisi lain anda belum siap akan apa yang bisa terjadi bila mengaku selingkuh. Pertanyaan besar anda adalah bila anda mengaku selingkuh apakah istri mau memaafkan. Di masyarakat umum ada yang mengatakan bahwa seorang suami mau memaafkan istrinya selingkuh bila perselingkuhan itu tidak berbentuk hubungan seksual, sedangkan seorang istri mau memaafkan suaminya bila perselingkuhan tidak melibatkan emosional, perasaan sayang disamping juga finansial. Namun kenyataannya dari klien-klien yang saya hadapi, hal itu seringkali tidak demikian. Apakah anda mau mempertaruhkan pernikahan anda berdasarkan asumsi tadi? Saya yakin tidak. Dibalik semua itu menurut saya yang lebih penting pak Ant renungkan adalah, apakah istri yang anda sayangi pantas mendapat derita (mengetahui) suaminya selingkuh? Bila anda berselingkuh kemudian tersiksa oleh rasa bersalah rasanya wajar bagi kebanyakan orang. Namun apa kesalahan istri sampai ia harus ikut tersiksa. Mendapat pengakuan bahwa suaminya selingkuh tidak akan membuatnya puas dan bahagia namun justru sangat menyakitkan. Lalu apa yang bisa anda lakukan?

Pertama dan terpenting adalah berhenti selingkuh. Putuskan hubungan perselingkuhan apapun konsekuensinya yang terpenting adalah selamatkan perkawinan anda. Jangan pikirkan perasaan teman selingkuh anda karena itu memang risiko berselingkuh dan pasti telah dipertimbangkan sejak awal. Yang kedua dan sama pentingnya adalah jangan pernah mengaku berselingkuh. Tampaknya saran ini salah karena harus berbohong, namun percayalah berbohong untuk kebaikan orang tercinta kadang dibutuhkan. Mengaku tidak ada manfaatnya dan hanya menyakiti pasangan serta merupakan ambang kehancuran rumah tangga anda. Tahap kedua hanya bisa dilakukan bila hal pertama, berhenti selingkuh, telah dijalankan. Yang ketiga, bila anda tersiksa dengan rasa bersalah maka curhatlah pada profesional seperti konsultasi psikiater. Bila anda bercerita pada teman atau keluarga sama artinya memberi beban orang lain dan belum tentu menjadi rahasia. Yang terpenting lagi bahwa itu takkan membuat anda lebih baik. Buanglah sampah pada tempatnya. Maka buanglah uneg-uneg anda pada orang yang bertugas untuk itu. Perjalanan terapi konselingnya juga sangat terarah dan dapat dilakukan dengan berbagai teknik. Yang seringkali cocok dan mudah dilakukan yaitu psikoterapi gestalt yang intinya menyelesaikan unfinished bussiness dalam pikiran dan perasaan anda.
Itu yang bisa saya sharing disini semoga dapat menjadi tambahan pertimbangan bagi anda. Semuanya tetap tergantung pada keputusan anda namun hendaknya jangan biarkan masalah berlangsung berlarut-larut. Bila masih ada yang mengganjal bisa anda sharing secara pribadi di email konsultasi@dokterai.com.
Akhirnya serupa dengan kehidupan ini, semuanya sudah, sedang dan akan sempurna……..









